Tugas Akhir
Kereta kencana kyai garuda yaksa pada kain panjang batik
Penciptaan karya batik ini bertujuan menghadirkan kembali nilai historis dan simbolik Kereta Kencana Kyai Garuda Yaksa, salah satu pusaka penting Keraton Yogyakarta, ke dalam medium batik tulis kain panjang. Kereta kencana tersebut memiliki beragam ornamen khas seperti mahkota, naga, singa, lampu, dan roda yang kemudian diolah dan disederhanakan menjadi elemen motif batik tanpa menghilangkan makna filosofisnya. Melalui pengolahan visual tersebut, karya ini berupaya menghadirkan kembali nilai budaya keraton dalam wujud ekspresi batik kontemporer. Metode penciptaan yang digunakan mengacu pada metode S.P. Gustami yang meliputi tiga tahap, yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi dilakukan melalui pengumpulan data mengenai sejarah, bentuk visual, serta makna simbolik Kereta Kencana Kyai Garuda Yaksa. Tahap perancangan mencakup pembuatan sketsa motif, penentuan komposisi, dan pengolahan unsur dekoratif. Tahap perwujudan diwujudkan melalui proses batik tulis menggunakan canting, pewarnaan dengan naphtol biru dan soga, pelorodan, hingga tahap akhir penyelesaian karya. Pemilihan warna naphtol dan soga bertujuan menampilkan karakter warna khas batik Yogyakarta yang hangat, anggun, dan bernuansa klasik. Hasil penciptaan berupa karya batik tulis kain panjang berjudul Jati Diri ing Kyai Garuda Yaksa, Kusuma Bangsa Manggala Yaksa, Thandhinging Kudho Lakuning Rodha, Lakuning Rodha Muruping dhiplah, Sura Dhira Jayanagara, dan Cakra Lampa Pustaka Garudha Yaksa. Karya-karya tersebut menunjukkan bahwa nilai budaya keraton dapat diaktualisasikan kembali dalam konteks busana masa kini, sehingga berkontribusi pada pelestarian warisan budaya sekaligus pengembangan desain batik kontemporer yang berakar pada tradisi
Tidak tersedia versi lain