Tugas Akhir
Batik Iwan Tirta Pada APEC 1994 Ditinjau Dari Aspek Motif Dan Makna Simbolisnya
Iwan Tirta adalah salah seorang yang berhasil mempopulerkan kembali batik tradisional Indonesia hingga menembus pasar internasional yang menjadi ciri khas dari karyanya adalah pemodifikasian motif-motif tradisional dengan memadukan, mengembangkan dan mendeformasi bentuk-bentuk yang sudah ada. Karya terbesar yang pernah dilakukannya adalah pada peristiwa APEC 1994. Motif-motif batik APEC !994 ini memakai simbol-simbol yang merupakan ciri khas dari masing-masing negara peserta seperti lambang negara, bunga nasional, dan motif tradisional negara asal peserta yang dipadukan dengan motif-motif batik tradisionl Indonesia.an Tirta adalah salah seorang yang berhasil mempopulerkan kembali batik tradisional Indonesia hingga menembus pasar internasional yang menjadi ciri khas dari karyanya adalah pemodifikasian motif-motif tradisional dengan memadukan, mengembangkan dan mendeformasi bentuk-bentuk yang sudah ada. Karya terbesar yang pernah dilakukannya adalah pada peristiwa APEC 1994. Motif-motif batik APEC !994 ini memakai simbol-simbol yang merupakan ciri khas dari masing-masing negara peserta seperti lambang negara, bunga nasional, dan motif tradisional negara asal peserta yang dipadukan dengan motif-motif batik tradisionl Indonesia.. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi terhadap dokumentasi dan visual batik, wawancara dengan narasumber yang memiliki pengetahuan mengenai batik Iwan Tirta, serta dokumentasi. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi unsur-unsur motif, struktur penyusunan motif, bentuk, warna, dan komposisi, kemudian menginterpretasikan makna simbolis yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batik Iwan Tirta pada APEC 1994 memperlihatkan pengolahan motif tradisional yang dikembangkan secara kreatif dengan mempertimbangkan nilai estetika dan konteks penggunaannya sebagai representasi budaya Indonesia. Motif-motif yang ditampilkan mengandung simbol mengenai nilai kehidupan, hubungan manusia dengan alam, keharmonisan, kewibawaan, serta identitas budaya Indonesia. Penggunaan batik tersebut dalam forum internasional APEC 1994 menunjukkan bahwa batik dapat berfungsi sebagai sarana diplomasi budaya sekaligus memperkuat citra Indonesia melalui karya seni dan busana tradisional. Dengan demikian, batik Iwan Tirta pada APEC 1994 tidak hanya memiliki nilai keindahan visual, tetapi juga mengandung nilai simbolis dan kultural yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.
Tidak tersedia versi lain