Tugas Akhir
Teknik pembuatan diaroma pada Monumen Yogya Kembali di Yogyakarta
Penelitian ini mengkaji secara mendalam mengenai aspek teknis dan estetis dalam pembuatan diorama yang terdapat pada Monumen Yogya Kembali di Yogyakarta. Peristiwa bersejarah "Yogya Kembali" (1945–1949)—yang menandai pulihnya pemerintahan Republik Indonesia—diabadikan melalui karya seni tiga dimensional bertaraf nasional. Permasalahan utama yang diteliti difokuskan pada perpaduan elemen seni rupa, yang meliputi patung boneka manusia sebagai objek dominan, struktur dome (kubah setengah lingkaran) sebagai landasan latar belakang, serta teknik lukisan, miniatur, aksesori, dan sistem pencahayaan pendukung ditinjau dari aspek teknik pembuatannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi seni rupa murni. Data primer dikumpulkan melalui teknik observasi langsung di medan penelitian, wawancara mendalam dengan para seniman serta pelaku seni yang terlibat dalam proses pembuatan, serta dokumentasi visual. Sementara itu, data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan dari literatur-literatur yang relevan. Proses analisis berfokus pada tahapan pengerjaan diorama, mulai dari langkah awal berupa rancangan desain dan penataan ruang, visualisasi adegan sejarah, pengerjaan teknik boneka realis berbahan baku resin polyester, hingga aplikasi pencahayaan lampu spotlight yang disesuaikan untuk merekonstruksi suasana pagi, siang, dan malam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan diorama pada Monumen Yogya Kembali merupakan sebuah karya integratif yang menggabungkan keahlian seni patung dan seni lukis secara presisi dengan skala profesional. Keberadaan diorama ini tidak hanya berfungsi sebagai media edukasi dan rekreasi visual yang efektif bagi masyarakat, melainkan juga berperan penting sebagai sarana komunikasi sejarah guna membangkitkan kebanggaan nasionalisme serta melestarikan nilai-nilai patriotisme perjuangan bangsa Indonesia.
Tidak tersedia versi lain