Tugas Akhir
Analisis Missa Solemnis karya Hendrik Andriessen (1892-1981)
Karya analisis terhadap Missa Solemnis ciptaan Hendrik Andriessen menghantarkan pembaca kepada pemahaman mengenai proses penggubahan dan penggarapan karya tersebut. Untuk memahami karya ini diperlukan penjelasan mengenai sejarah musik gereja serta biografi komponis Hendrik Andriessen. Hasil analisis menunjukkan bahwa Missa Solemnis digubah menggunakan teknik dialog atau sahut-menyahut. Teknik ini telah dikenal sejak nyanyian mazmur ibadat Yahudi dan kemudian berkembang dalam tradisi musik gereja. Teknik tersebut selanjutnya dimanfaatkan oleh berbagai komponis, seperti Josquin des Prez, Adrian Willaert, Orlando di Lasso, G.P. Palestrina, J.S. Bach, Hans Leo Hasler, Antonio Vivaldi, Hector Berlioz, dan William Walton. Dalam Missa Solemnis, Andriessen menerapkan pola sahut-menyahut antara dua koor sebagai dasar pengembangan komposisi. Dialog juga terjadi antara suara pria dan wanita, sopran dan alto, tenor dan bas, koor homofoni, polifoni dan unisono, antara suara manusia dan organ, serta antar motif musik. Missa Solemnis merupakan salah satu penerapan modern dari teknik pengolahan polifoni klasik dan musik modal Gregorian. Hasil analisis ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para musisi untuk menciptakan karya baru dengan memanfaatkan teknik koor ganda atau sahut-menyahut, termasuk pada nada-nada modal Indonesia seperti pelog dan slendro.
Tidak tersedia versi lain