Tugas Akhir
Studi kerajinan agel di Perusahaan Rumput Emas Sentolo, Kulon Progo
Hadirnya usaha kerajinan agel di Sentolo didasarkan adanya sumber bahan baku yang ada di daerah tersebut. Pada awalnya daun gebang hanya dibuat untuk tali sebagai alat ikat dalam pembuatan alat-alat pertanian, perlengkapan berburu, dan pembuatan rumah tempat tinggal. Dalam perkembangannya daun gebang dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan yang mempunyai nilai keindahan tersendiri.
Salah satu industri kerajinan agel yang ada di daerah Sentolo adalah RUMPUT EMAS yang beralamat di Dusun Dlaban, Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Pada awalnya berdirinya industri kerajinan ini merupakan suatu kelompok perajin agel, namun kelompok perajin ini tidak bisa bertahan, dan usaha ini diteruskan oleh Slamet dan menjadi usaha milik pribadi.
Bahan baku yang digunakan perajin di RUMPUT EMAS selain berasal dari daerah Sentolo, juga harus mendatangkan dari daerah Banyuwangi, Pasuruan, Gresik, dan Madura. Hal ini dilakukan karena potensi yang ada di daerah Sentolo sudah tidak mencukupi lagi untuk memenuhi permintaan pasar.
Tenaga kerja di RUMPUT EMAS dibagi menjadi dua yaitu tenaga kerja yang berada di lingkungan perusahaan dan tenaga kerja "lepas" yang tergabung dalam wadah RUMPUT EMAS.
Hasil produksi Industri Kerajinan Agel RUMPUT EMAS merupakan benda-benda fungsional. Adapun produknya antara lain: tas belanja, tas cangklong, tempat tissu, tempat cucian, dan kursi tamu. Sedangkan pemasarannya sudah mencapai kota-kota besar di Indonesia seperti Yogyakarta, Solo, Bandung, Jakarta, Bali, dan Lombok, bahkan untuk pasaran luar negri sudah sampai ke negara Arab, Jepang, Taiwan, Hongkong, Italia, dan Amerika Latin.
Tidak tersedia versi lain