Tugas Akhir
Basiginyang
Karya tari yang berjudul "Basiginyang" merupakan salah satu usaha studi komposisi, di mana dalam garapan ini
diungkapkan tentang sifat dan tingkah laku manusia, melalui gerak rampak dan selang seling. Jalannya sajian ini tidak
terpancang dan terikat pada struktur ceritera yang ada, akan tetapi lebih ditekankan pada estetis gerak dan suasana yang dikonsep. Basiginyang berasa.l dari bahasa Minang dalam bahasa Indonesianya dapat diartikan tingkah laku manusia mencakup tenang, gelisah, sedih, marah,dan gembira dipengaruhi oleh situasi lingkungannya. Tari Basiginyang merupakan hasil dari pengembangan motif gerak tari Jambi (Rangguk) dan motif gerak tari Minang (Marantak dan Manggayuang) dengan pengolahan pada ruang, waktu dan tenaga. Adapun mode penyajian garapan adalah
simbolis dengan tipe tari murni dan studi, penari yang terlibat dalam garapan semua penari putri berjumlah dua belas.
Garapan tari bersumber dari dua rangsang, yaitu rangsang kinestetik dan musik. Dengan berbekal rangsang ini penata tari berusaha untuk mengungkapkan dalam bentuk garapan tari atau koreografi. Tata. rias dalam garapan hanya berfungsi untuk mempertegas garis-garis wajah tanpa mempunyai karakter tertentu. Tata busana masih berpijak pada pola tradisi busana Minang yang sudah mengalami perkembangan. Tata busana dilengkapi dengan Takuluak Tandua~ atau penutup kepala tradisi Padang Magek yang deaainnya dikembangkan. Tari Basiginyang mempunyai iringan talempong, canang, saluang, banai, ~, ganto, tympani, keboard, tamburin, cymbal, dan biola. Adapun tujuan penggunaan iringan ini adalah untuk membantu menonjolkan suasana sedih, pertentangan, tenang, gelisah, tegang, dan gembira.
Tidak tersedia versi lain