Penelitian
Pengembangan Industri Batik Kreatif Melalui Penciptaan Motif Batik Berbasis Seni Budaya Lokal dan Lingkungan Alam
Penelitian ini merupakan penelitian tahun kedua, dari penelitian yang direncanakan selama tiga tahun berturut-turut. Target yang ingin dicapai dalam penelitian tahun kedua ini adalah: prototipe berupa produk batik berdasarkan motif batik yang telah diciptakan pada tahun pertama; dan artikel di jurnal ilmiah.
Pada penelitian tahun kedua ini kegiatan yang telah dilakukan adalah membuat prototipe produk batik berdasarkan motif batik yang telah dihasilkan pada tahun pertama, mengevaluasi produk batik yang telah dihasilkan, serta membuat laporan dan artikel ilmiah. Proses pembuatan prototipe produk batik dilakukan secara bertahap, sebagai berikut:
1. Persiapan, yang meliputi: persiapan kain mori dan persiapan pola batik/motif batik.
2. Pemolaan, merupakan proses pembuatan pola batik di atas kain yang dilakukan dengan cara menjiplak dari gambar pola batik yang telah dibuat dengan ukuran skala 1:1.
3. Pelekatan lilin atau malam batik, yang meliputi: pelekatan lilin pada garis pola batik/garis motif atau disebut dengan membatik klowong pada kain; pelekatan lilin pada bagian isen-isen motif batik atau disebut dengan membatik isen-isen; dan pelekatan lilin pada bagian bidang yang lebar atau disebut juga dengan nembok atau menutup.
4. Pewarnaan, dilakukan dengan dua teknik, yaitu teknik celup dan colet. Bahan warna yang diterapkan adalah zat warna alami dan sintetis. Bahan warna alami yang digunakan diantaranya adalah indigofera (tom/nila), tingi, tegeran, jambal, jolawe, sabut kelapa, kayu/kulit/daun mahoni, kunyit, kayu manis, secang, daun mangga, daun jati, dan lain-lain. Bahan baku warna sintetis yang digunakan adalah zat warna napthol dan indigosol.
5. Pelorodan, merupakan proses penghilangan lilin batik yang menempel pada kain secara keseluruhan.
Kegiatan tersebut, menghasilkan prototipe produk batik sebanyak 56 lembar kain, yang merupakan produk batik yang unik, kreatif, dan inovatif, yaitu produk batik kreasi baru yang berbasis pada seni budaya lokal, dan lingkungan alam.
Produk batik tersebut diwujudkan dengan teknik lorodan, dengan bahan kain mori primissima. Sebagian besar produk yang dihasilkan tersebut diwujudkan dengan menggunakan bahan warna alami yang ramah lingkungan, ada pula sebagian yang diwujudkan dengan bahan warna sintetis, namun ada pula yang dikombinasikan antar keduanya atau disebut dengan pecelan. Keseluruhan produk dikategorikan sebagai produk batik tulis (full tulis) yang dibuat dengan menggunakan alat utama berupa canthing tulis.
PKT14080750 | PEN/KT/Rah/p/2013 | Ruang Skripsi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain