Tugas Akhir
Penerapan fungsi manajemen dalam sistem kontrak seni : studi kasus di galeri White Space Art Asia
Penelitian ini mengkaji sistem kontrak seniman Indonesia oleh Galeri White Space Art Asia di Singapura melalui pendekatan fungsi manajemen. Kajian ini berangkat dari perubahan relasi profesional antara seniman dan galeri dalam pasar seni kontemporer yang menuntut kejelasan hak, kewajiban, dan mekanisme kerja sama. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana kontrak galeri berfungsi tidak hanya sebagai dokumen legal, tetapi juga sebagai instrumen manajerial yang mengatur proses representasi seniman. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan dan menganalisis penerapan fungsi manajemen dalam sistem kontrak, memahami mekanisme kerja sama antara galeri dan seniman Indonesia, serta mengidentifikasi peran kontrak sebagai alat pengelolaan hubungan jangka panjang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui wawancara mendalam dengan data dilengkapi melalui observasi langsung dan analisis dokumen kontrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrak diterapkan sebagai panduan strategis manajemen: fungsi perencanaan tercermin pada penyusunan program tahunan, penjadwalan pameran, dan strategi representasi; fungsi pengorganisasian tampak dalam pembagian hak, kewajiban, struktur komisi, dan alokasi peran; fungsi pelaksanaan diwujudkan melalui dukungan produksi, komunikasi aktif, dan motivasi karir; sedangkan fungsi pengawasan terlihat pada evaluasi performa, monitoring eksklusivitas, transparansi penjualan, dan mekanisme terminasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem kontrak di White Space Art Asia berfungsi sebagai instrumen legal sekaligus manajerial yang memastikan hubungan kerja sama yang jelas, terukur, dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi bagi kajian tata kelola seni khususnya di Indonesia.
Tidak tersedia versi lain