Tugas Akhir
Membaca lokakarya wayang kardus taring padi pada rangkaian documenta fifteen periode 2021-2022 melalui perspektif Pablo Helguera
Seni partisipatori berkembang pesat sebagai respons terhadap keterasingan masyarakat dalam praktik seni kontemporer. Di Indonesia, fenomena ini muncul dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah lokakarya wayang kardus yang diinisiasi oleh kolektif seni Taring Padi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan lokakarya wayang kardus melalui perspektif seni partisipatori yang dikembangkan oleh Pablo Helguera (socially engaged art). Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk mengeksplorasi dinamika pengelolaan lokakarya, dengan fokus pada enam prinsip Helguera: kolaborasi, transpedagogi, performativitas, dokumentasi, deskilling, dan situasi sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengelolaan Taring Padi mencerminkan keenam prinsip Helguera dalam konteks lokal Indonesia. Kolaborasi terlihat melalui kerja kolektif dan distribusi peran yang adil; transpedagogi muncul dalam proses belajar yang setara antara fasilitator dan partisipan; performativitas diwujudkan lewat aksi kreatif di ruang publik; dokumentasi dilakukan sebagai arsip kritis; deskilling memungkinkan inklusi partisipan non-seniman; dan situasi sosial mendorong praktik seni yang kontekstual serta relevan dengan kondisi komunitas. Kesimpulannya, pengelolaan lokakarya wayang kardus Taring Padi mencerminkan model seni yang berakar pada keterlibatan sosial, dengan menekankan distribusi kuasa yang adil, sensitivitas terhadap konteks komunitas, serta keberlanjutan relasi antara seniman dan partisipan.
Tidak tersedia versi lain