Tugas Akhir
Analisis representasi visual stiker meme kucing sebagai ekspresi diri Gen Z pecinta kucing di Whatsapp
Penelitian ini membahas penggunaan stiker meme kucing sebagai media representasi visual ekspresi diri Gen Z dalam komunikasi digital melalui aplikasi WhatsApp. Fenomena ini menarik karena stiker tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap pesan, tetapi juga sebagai sarana utama penyampaian emosi dan sikap secara visual dalam percakapan daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi visual stiker meme kucing serta proses pemaknaan yang dilakukan oleh Gen Z dalam penggunaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teori representasi Stuart Hall sebagai landasan utama dan didukung oleh teori semiotika Roland Barthes. Data diperoleh melalui observasi terhadap stiker meme kucing dan wawancara dengan informan Gen Z pengguna aktif stiker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z tidak hanya menggunakan stiker yang tersedia, tetapi juga memproduksi stiker sendiri untuk menyesuaikan ekspresi dengan konteks percakapan, relasi antar pengguna, dan pengalaman personal. Pemaknaan stiker bersifat kontekstual dan tidak selalu seragam. Secara semiotik, stiker meme kucing menampilkan makna denotatif berupa ekspresi visual kucing serta makna konotatif yang merepresentasikan kondisi emosional manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stiker meme kucing berperan sebagai medium komunikasi visual yang efektif dalam membangun makna, identitas, dan kedekatan sosial Gen Z di ruang digital.
Tidak tersedia versi lain