Tugas Akhir
Representasi keasrian Salatiga melalui perancangan interior terminal tipe A Tingkir sebagai indoor public space
Salatiga merupakan kota yang dikenal memiliki udara sejuk serta lingkungan asri. Akan tetapi, keasrian tersebut berpotensi rusak akibat munculnya permasalahan lingkungan di Kota Salatiga terutama pencemaran udara. Terminal Tipe A Tingkir menjadi salah satu kawasan dengan tingkat pencemaran udara yang cukup tinggi. Selain itu, Terminal Tipe A Tingkir juga diupayakan untuk dapat mengakomodasi beragam aktivitas masyarakat, namun pada kenyataanyaa upaya tersebut justru menimbulkan masalah baru yakni mengganggu fungsi utama terminal karena pemetaan zonasi yang belum terstruktur dengan baik. Oleh karena itu perancangan ini bertujuan untuk merancang interior Terminal Tipe A Tingkir sebagai indoor public space yang dapat mengakomodasi keberagaman aktivitas masyarakat serta mampu meminimalisir dampak pencemaran udara di kawasan terminal. Metode desain yang digunakan pada perancangan interior terminal ini adalah Double Diamond dimana terdapat lima tahapan yaitu emphaty, define, ideation, prototype, dan test-evaluation yang dilakukan secara divergen dan konvergen. Perancangan ini mengusung konsep “Hayuning Pancarona” yang diartikan sebagai perwujudan keindahan melalui keharmonisan dalam keberagaman. Konsep ini menerapkan prinsip dari pendekatan Placemaking yang dipadupadankan dengan penerapan prinsip Green Design. Selain itu konsep “Hayuning Pancarona” juga mengimplementasikan gaya desain Tropis Kontemporer sehingga mampu merepresentasikan keasrian Kota Salatiga dalam desain serta membantu meminimalisir dampak pencemaran udara di kawasan terminal.
Tidak tersedia versi lain