Tugas Akhir
Teater boneka macaca maura sebagai sarana edukasi lingkungan: Kajian reflektif pada konservasi kera hitam ekor pendek di bantimurung bulusaraung Sulawesi Selatan 2024
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teater boneka Macaca Maura sebagai sarana edukasi lingkungan dalam kegiatan Conservation and Performing Arts (CPA) 2024 di Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana proses kreatif teater boneka dapat membentuk pengalaman ekologis peserta anak-anak, serta bagaimana pementasan yang dihasilkan merepresentasikan kesadaran terhadap isu konservasi satwa endemik kera hitam berekor pendek (Macaca maura). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap fasilitator dan peserta kegiatan CPA. Teori Landasan mencakup teori dramaturgi (Goffman dan Kernodle) untuk memahami struktur dramatik dan hubungan performatif, serta teori proses kreatif Graham Wallas untuk membaca tahapan penciptaan karya dari persiapan hingga verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif teater boneka berlangsung dalam empat tahap utama: observasi lingkungan, eksplorasi gerak satwa, konstruksi boneka dari material limbah, dan pementasan di ruang terbuka. Penggunaan limbah kain perca dan plastik sebagai bahan utama boneka tidak hanya mencerminkan kritik ekologis terhadap polusi, tetapi juga memperkuat pesan visual tentang keterkaitan manusia dan alam. Melalui interaksi dengan boneka, peserta mengembangkan empati terhadap satwa dan memahami konsep keinginan secara imajinasi. Pertunjukan Macaca Maura dalam kegiatan CPA menjadi representasi simbolik hubungan manusia dan alam yang diolah melalui ekspresi anak-anak. Teater boneka berfungsi tidak hanya sebagai media artistik, tetapi juga sebagai ruang belajar ekologis yang menumbuhkan kesadaran konservasi melalui pengalaman estetika dan reflektif
Tidak tersedia versi lain