Tugas Akhir
Fase diri pasca kehilangan ayah melalui montase foto
Penciptaan skripsi ini berangkat dari pengalaman personal pengkarya dalam menghadapi kehilangan seorang ayah yang memicu proses berduka secara emosional dan psikoologis. Fotografi dipilih sebagai medium ekspresi sekaligus sebagai coping mechanism positif melalui konsep sublimasi, dengan teknik montase foto untuk merepresentasikn fragmen memori dan perasaan pasca kehilangan ayah. Metode penciptaan meliputi tahap eksplorasi, eksperimentasi, dan perwujudan. Eksplorasi dilakukan melalui panggilan memori, kajian teori, serta referensi visual. Eksperimentasi diwujudkan melalui pembuatan skettsa dan peranvcangan komposisi montase. Tahap perwujudan dilakukan melalui pemotretan aset visual, pengolahan digital, pencetakan, dan penyusunan montase foto. Hasil dari penciptaan ini berupa dua puluh karya montase foto yang memvisualkan fase-fase diri pasca kehilangan ayah, mulai dari kehancuran baaaaatin, penolakan, pencarian, hingga penerimaan. Karya ini menunjukkan bahwa montase foto efektif sebagi medium ekspresi dalam mengelola duka, serta memungkinkan fotografi menjadi bentuk sublimasi sebagai coping mechanism.
Tidak tersedia versi lain