Tugas Akhir
Laras Madya Ngesti Budaya Suci dalam Acara Malem Senen Pon di Kecamatan Jogonalan Klabupaten KLaten
Laras Madya pada kelompok Ngesti Budaya Suci di Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten merupakan kesenian tradisional Jawa yang berkembang sejak akhir abad ke-19 di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta. Kesenian ini memadukan nilai-nilai budaya Jawa dengan ajaran Islam sebagai media dakwah dalam kegiatan religius seperti pengantaran zakat dan malem selikuran. Kelompok Ngesti Budaya Suci yang berdiri tahun 2002 masih aktif tampil rutin pada acara malem senen pon (Selapan Dina), membawakan tembang Macapat dan lagu dolanan Jawa diiringi instrumen Drodhog, Trentheng Cilik, Trentheng Gedhe, Kempul, dan Gong. Pertunjukan diawali pembacaan doa dan surat Yasin menciptakan suasana religius dan khidmat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomusikologis, data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Analisis garap lagu menggunakan teori Rahayu Supanggah, sedangkan fungsi kesenian dikaji melalui teori RM Soedarsono. Hasil penelitian menunjukkan bentuk penyajian yang harmonis antara aspek musikal dan non-musikal. Fungsi primer meliputi sarana ritual, presentasi estetis, dan ungkapan pribadi, sementara fungsi sekunder mencakup pengikat solidaritas masyarakat, media dakwah kultural, dan sarana meditasi. Keberadaan Ngesti Budaya Suci berperan penting dalam pelestarian budaya, penguatan spiritual, serta pembentukan nilai sosial dan karakter masyarakat di Jogonalan
Tidak tersedia versi lain