Tugas Akhir
Transformasi bentuk pertunjukan Randai Minangkabau menjadi Randai Kuantan di Kabupaten Kuatan Singingi
Penelitian ini mengkaji proses transformasi budaya dalam seni pertunjukan teater tradisi Randai Kuantan yang berkembang di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, dengan studi kasus kelompok Randai Kuantan Gelora Sinar Muda di Kecamatan Baserah. Randai Kuantan diyakini berasal dari seni pertunjukan Randai Minangkabau yang masuk melalui proses perantauan dan interaksi budaya antara masyarakat Minangkabau dan Melayu Kuantan. Meskipun memiliki sejumlah kesamaan unsur, Randai Kuantan menunjukkan perbedaan bentuk pertunjukan yang mencerminkan identitas budaya lokal masyarakat Melayu Kuantan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model interaktif Joseph A. Maxwell. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipatif, wawancara mendalam dengan pelaku Randai Kuantan dan Randai Minangkabau, studi dokumentasi, serta studi pustaka. Analisis data dilakukan secara simultan menggunakan strategi kategorisasi dan koneksi. Kerangka analisis utama menggunakan teori Rantai Transformasi Budaya Patrice Pavis untuk menguraikan proses transformasi melalui tahapan konseptualisasi ide, konkretisasi tekstual, konkretisasi dramaturgis, konkretisasi pemanggungan, dan resepsi penonton, dengan dukungan konsep agensi lokal dari Melville J. Herskovits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Randai Kuantan mengalami transformasi pada unsur cerita, bahasa, struktur dramaturgi, serta pemanggungan. Cerita berkembang ke arah narasi lokal dan religius, bahasa Minangkabau digantikan oleh bahasa Melayu Kuantan, dan unsur pemanggungan disesuaikan dengan konteks sosial masyarakat setempat. Transformasi ini menegaskan peran aktif masyarakat Melayu Kuantan dalam mempertahankan, mengadaptasi, dan mereinterpretasi unsur budaya Minangkabau sehingga membentuk identitas pertunjukan Randai Kuantan yang khas dan kontekstual.
Tidak tersedia versi lain