Tugas Akhir
Nglayang
arya tari yang berjudul “Nglayang”, merupakan bentuk respon dari penata terhadap bentuk gerak nglayang yang hadir di dalam tari klasik putri Gaya Yogyakarta, menurut penata bentuk tubuh yang melengkung dengan keanggunannya menciptakan suasana yang penuh ketenangan. Keindahan nglayang tercermin pada bagaimana penari tersebut bergerak seakan-akan melawan gravitasi, menciptakan sebuah ilusi melayang dengan penuh keanggunan, sementara itu tubuh tetap terhubung dengan kekuatan tanah/membumi, penari mendeskripsikan sebuah ruang kosong yang perlahan dihiasi bayangan, dengan setiap gerakannya, yang kemudian penata mempunyai imajinasi yang perlahan mengisi ruang tersebut, menciptakan sebuah ruang keindahan yang mencerminkan ekspresi kebebasan dan kepuasan dalam menciptakan suasana yang luar biasa dari pemikiran dan perasaan. Karya tari ini mengangkat tema keindahan imajinasi yang mengalir bebas dimana tubuh penari seolah melayang diantara dunia nyata dan dunia Imajinasi. “Nglayang” yang bisa diartikan melayang, menjadi simbol dari kebebasan berfikir dan berimajinasi. penata mengungkapkan perjalanan batin yang melampaui kenyataan, melalui gerakan tubuh yang lembut dan halus, gerak yang lembut namun penuh kekuatan ini mengajarkan tentang pentingnya keseimbangan, kedamaian batin serta kemampuan untuk “terbang” di luar keterbatasan fisik. Di akhir karya, penari merangkul keheningan dan keselarasan, mengajak penonton merasakan keindahan dalam setiap detik gerak yang melayang, seolah membawa mereka menuju dunia yang lebih tinggi, dengan nuansa spiritualnya dan estetikanya, memperlihatkan bagaimana keindahan gerak yang sederhana dapat menggugah kedalaman emosi dan imajinasi penonton.
Tidak tersedia versi lain