Tugas Akhir
Peran modal sosial dalam mempertahankan keberlangsungan kelompok musik studi kasus : The Cloves and the Tobacco
Keberlangsungan sebuah kelompok musik seringkali diasosiasikan dengan kesuksesan finansial, namun fenomena di lapangan menunjukkan bahwa faktor ekonomi bukanlah satu-satunya penentu. Penelitian ini mengkaji dinamika keberlangsungan kelompok musik independen The Cloves and The Tobacco (TCATT) asal Yogyakarta, yang mampu mempertahankan keutuhan formasi anggotanya sejak terbentuk pada tahun 2006 hingga kini, meskipun tidak mendapatkan dampak ekonomi signifikan pada awal kariernya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran modal sosial dalam menjaga eksistensi kelompok musik tersebut dengan menggunakan perspektif teori Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan narasumber kunci dari anggota kelompok musik. Analisis data dilakukan dengan membedah tiga komponen utama modal sosial yaitu jaringan sosial, kepercayaan dan solidaritas, serta norma dan keterikatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlangsungan The Cloves and The Tobacco ditopang oleh kekuatan modal sosial yang mendominasi modal ekonomi. Pertama, jaringan sosial terbentuk secara internal melalui "budaya tongkrongan" yang kuat dan secara eksternal melalui relasi dengan komunitas musik yang luas. Kedua, kepercayaan dan solidaritas dibangun atas dasar hubungan kekeluargaan, kesetaraan dalam pengambilan keputusan, dan gotong royong. Ketiga, norma dan keterikatan berfungsi sebagai kontrol simbolik melalui aturan tidak tertulis yang menjaga disiplin dan kerendahan hati anggota. Kesimpulannya, modal sosial berfungsi sebagai energi simbolik yang memungkinkan kelompok ini tetap produktif dan solid di tengah dinamika industri musik independen.
Tidak tersedia versi lain