Tugas Akhir
"Aswa cancala" interprestasi cengkok tembang tari Bethak dalam komposisi karawitan
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis mengapa tembang dalam tari benthak disajikan dengan cengkok yang sama sehingga berkesan monoton dan menafsirkan cengkok tembang tari benthak tersebut kedalam komposisi karawitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun tahap penelitiannya terdiri atas tiga bagian yaitu pra garap (observasi, wawancara, studi pustaka, dan diskografi), garap (aransemen, menentukan bagian karya, pemilihan ricikan, penotasian, latihan, dan evaluasi), dan pasca garap melalui penyajian karya komposisi karawitan “ASWA CANCALA”. Temuan data penelitian tersebut kemudian dideskripsikan secara rinci dalam bentuk tulisan, untuk kemudian digunakan sebagai dasar pembuatan karya komposisi karawitan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor kurangnya pendidikan dan sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani sangat mempengaruhi masyarakat dalam proses mempelajari cengkok tembang yang terdapat pada tari benthak. Oleh karna itu, cengkok tembang tari benthak dibuat dengan semudah mungkin, penyamaan pola cengkok tembang dari awal hingga akhir. Dari data tersebut cengkok tembang benthak mampu diinterpretasikan kedalam motif cengkok nada vokal yang baru lalu dipersentasikan menggunakan ricikan gamelan yang berunsur melodi. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat dan pengetahuan kepada masyarakat luas tentang tembang pada kesenian tari benthak.
Tidak tersedia versi lain