Tugas Akhir
Representasi historis nisan peninggalan kerajaan Lamuri sebagai ide penciptaan karya seni pertunjukan
Penelitian dan penciptaan karya seni pertunjukan ini berangkat dari upaya membaca kembali nisan peninggalan Kerajaan Lamuri sebagai artefak yang selama ini lebih banyak dikaji melalui pendekatan sejarah dan arkeologi. Dalam kajian tersebut, nisan cenderung diposisikan sebagai objek material dan sumber data faktual yang kaku, sehingga dimensi imajinasi dan representasi belum intens diolah sebagai sumber produksi pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan proses pemaknaan nisan. Melalui praktik seni pertunjukan, nisan Lamuri dipandang sebagai medium imajinatif yang memungkinkan pembacaan reflektif terhadap sejarah dan identitas.Pendekatan practice-led research digunakan dengan menempatkan praktik penciptaan sebagai pusat produksi pengetahuan. Kerangka teoritis penelitian bertumpu pada pemikiran Gilles Deleuze mengenai logika sensasi serta konsep seni pertunjukan kontemporer yang dikemukakan oleh David Roman, yang digunakan untuk merumuskan strategi penciptaan berbasis pengalaman multisensoris. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, dokumentasi visual, studi literatur, serta refleksi kritis atas proses artistik yang selanjutnya diolah melalui eksplorasi tubuh, suara, cahaya, ruang, dan aroma. Proses penciptaan menghasilkan karya seni pertunjukan kontemporer berjudul “NOL”, sebagai sumber sensasi dan intensitas yang membentuk dramaturgi non-naratif berbasis relasi tubuh, ruang, dan atmosfer. Temuan kajian ini menunjukkan bahwa pendekatan practice-led research memungkinkan pengungkapan potensi artistik nisan Lamuri melalui transformasi pengalaman multisensoris, dengan tubuh diposisikan sebagai arsip hidup yang memediasi relasi antara masa lalu dan masa kini. Dengan demikian, pengetahuan historis dipahami tidak hanya sebagai produk teks dan data empiris, tetapi juga sebagai pengalaman afektif yang dihadirkan melalui praktik seni pertunjukan kontemporer
Tidak tersedia versi lain