Tugas Akhir
Membongkar dan menyusun kembali vertigo visual melalui karya seni
Penelitian ini mengeksplorasi sensasi vertigo visual atas pengalaman traumatis terhadap lingkungan air yang diubah menjadi kekuatan kreatif dalam penciptaan karya seni rupa. Berangkat dari pengalaman traumatis penulis (tenggelam di Sungai Sinamar) yang berkembang menjadi ketakutan mendalam terhadap visual air yang luas dan dalam (thalassophobia). Ketakutan tersebut menciptakan pengalaman disorientasi visual yang disebut sebagai vertigo visual, sebuah sensasi yang tidak hanya bersifat patologis, tetapi juga memiliki potensi estetis. Dalam penelitian ini sensasi vertigo visual dipandang sebagai medan potensial untuk membangun pengalaman estetis baru yang menyenangkan terhadap air (thalassophilia) melalui karya seni. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan konsep, proses, dan bentuk karya seni yang didasarkan pada sensasi vertigo visual dengan pendekatan practice-led research (PLR). Paradigma penelitian artistik ini digunakan untuk menggali potensi kreatif dalam pengalaman ketubuhan, yang mengintegrasikan praktik penciptaan sebagai metode eksploratif sekaligus reflektif. Teori estetika sensasi Gilles Deleuze dan konsep tubuh tanpa organ (body without organs) menjadi landasan konseptual untuk menafsirkan tubuh sebagai medan intensitas, serta pengalaman visual sebagai proses afektif non representasional. Penelitian ini menghasilkan dua karya seni instalasi berjudul Gelombang Cahaya dan Cahaya Berdenyut, yang memanfaatkan elemen cahaya, ruang, dan gerakan untuk menciptakan pengalaman visual imersif yang mengaktivasi tubuh terhadap sensasi vertigo visual. Karya ini menunjukkan bahwa sensasi vertigo visual bukan sekadar gejala trauma, tetapi dapat dikembangkan menjadi pengalaman estetis yang menyenangkan dan reflektif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan praktik seni berbasis trauma dan membuka pendekatan baru untuk memahami tubuh, afeksi, dan penciptaan seni.
Tidak tersedia versi lain