Tugas Akhir
Kekamangan (estetika transendental dalam karya keramik)
Penelitian ini berfokus pada penciptaan karya keramik dengan mengusung konsep kekamangan dalam kerangka estetika transendental yang berakar pada nilai-nilai budaya Dayak. Konsep kekamangan merefleksikan proses peninjauan pengalaman untuk membangun karakter serta nilai-nilai kehidupan melalui kesadaran terhadap ruang dan waktu. Estetika transendental memberikan landasan filosofis dalam memahami pengalaman serta karya keramik yang dihasilkan melalui pendekatan ruang dan waktu. Pendekatan ini menjadi alternatif dalam mengarahkan praktik seni keramik yang berdampak pada kondisi fisik maupun psikis penciptanya. Melalui konsep ruang dan waktu, penelitian ini menegaskan posisi yang berbeda dibandingkan penelitian terdahulu, baik dari sisi konsep, pengalaman, maupun ide yang dihadirkan. Metode practice-led research digunakan untuk memandu praktik penciptaan keramik, mulai dari pengumpulan data lapangan hingga pengolahan data yang diperoleh melalui proses artistik. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan utama. Pertama, ruang intuisi dipahami sebagai pengalaman tragedi yang harus diungkapkan, sehingga proses berdamai dengan masa lalu mampu merangsang pemulihan mental peneliti. Kedua, praktik penciptaan keramik dipandang sebagai sarana pembentukan ruang dan waktu yang berfungsi sebagai media pemulihan trauma. Ketiga, visualisasi keramik menjadi bentuk pengungkapan pengalaman yang senantiasa berubah seiring perjalanan waktu. Ketiga temuan tersebut merupakan bagian dari estetika transendental dalam memahami konsep kehidupan melalui ruang dan waktu. Perubahan ruang dan waktu yang terus berlangsung dalam membentuk pengalaman hidup merepresentasikan makna kekamangan, yang berperan dalam proses penyembuhan baik secara fisik maupun psikis.
Tidak tersedia versi lain