Tugas Akhir
Membangun ketegangan tokoh utama menggunakan shot size pada sinematografi film fiksi "Bebrayan"
Penciptaan film fiksi “Bebrayan" mengangkat cerita tentang depresi postpartum dan konflik eksternal dengan penggunaan shot size untuk membangun ketegangan akibat tekanan sosial pada tokoh utama. Berlatar belakang fenomena tekanan sosial dan kurangnya dukungan emosional sering kali membuat ibu baru berada dalam kondisi mental yang rentan. Kondisi psikologis dan tekanan-tekanan yang dialami tokoh utama divisualisasikan melalui shot size. Penciptaan seni ini merumuskan masalah mengenai bagaimana penerapan variasi shot size dalam sinematografi dapat memvisualisasikan emosional dan membangun ketegangan dramatik. Bertujuan untuk memvisualisasikan eskalasi konflik batin tersebut dengan konsep penyempitan shot size dari long shot hingga extreme close up secara progresif. Hasil pembahasan karya menunjukkan bahwa penggunaan long shot berhasil merepresentasikan isolasi karakter, sedangkan transisi menuju medium shot, close up, hingga extreme close up berhasil mengunci ekspresi kegelisahan dan kemarahan serta membatasi informasi visual saat konflik memuncak. Berdasarkan proses tersebut, disimpulkan bahwa ketepatan pemilihan shot size tidak hanya berfungsi estetis, namun berperan sebagai kontrol intensitas ketegangan yang dialami tokoh utama.
Tidak tersedia versi lain