Tugas Akhir
Representasi emosi karakter utama melalui penataan mise en scene dalam penyutradaraan film pendek "Arum Kembang".
Karya penciptaan film pendek Arum Kembang dilatar belakangi oleh kebutuhan untuk merepresentasikan emosi karakter utama yang mengalami normative male lexithymia., yaitu kondisipsikologis dimana krakter laki-laki tidak mmampu mengekspresikan emosi secara langsung akibat pengaruh budaya maskulinitas.Keerbatasn ekspresi tersebut menjadi tantangan dalam menyampaikan kondisi batin karakater kepada penonton. Untuk menjembatani hal ini , penciptaan film menggunakan mengunakan pendekatan visual melalui elemen mise on scene sebagai media utama penyampaian. Metode penciptaan melibatkan tiga tahapan: identifikasi emosi melalui analisis naskah dengan pendekatan narrative beat, asosiasi emosi dengan elemen visual mengunakan teori representasi dari Stuart Hall, serta eksplorasi penataan mise en scene yang mempertimbangkan aspekestetika penyutradaraan.
Tidak tersedia versi lain