Tugas Akhir
Analisis naratif dan sinematik pada adaptasi film pendek Grave Torture (2012) ke film panjang Siksa Kubur (2024)
Penelitian ini mengkaji strategi adaptasi film pendek Grave Torture (2012) ke film panjang Siksa Kubur (2024) karya Joko Anwar. Adaptasi ini menarik untuk diteliti karena karya adaptasinya tidak mempertahankan plot maupun karakter utama dari karya sumbernya. Kondisi tersebut memunculkan persoalan mengenai bagaimana hubungan adaptasi dibangun ketika kesinambungan struktural tidak menjadi pijakan utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan observasi terhadap aspek naratif (plot, konflik, dan karakter) dan sinematik (mise-en-scene, sinematografi, editing, suara) dari kedua film. Data dianalisis menggunakan teori adaptasi Jones untuk memetakan proses adaptasi melalui fungsi distribusi dan fungsi integrasi pada kedua film. Sementara itu, analisis terhadap alasan pemilihan strategi adaptasi dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik medium adaptasi, khususnya perbedaan durasi serta konteks distribusi antara film pendek dan film panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesinambungan antara kedua karya dibangun melalui strategi adaptasi tematik dengan mempertahankan tema naratif “konsekuensi dosa” serta menerapkan penerjemahan fungsi integrasi berupa cooling off for a hotter medium dan actualization. Pemilihan strategi adaptasi ini dipengaruhi oleh tuntutan medium film panjang untuk mengakomodasi naratif yang lebih kompleks serta penyajian sinematik yang dinamis agar dramatisasi tetap terjaga sepanjang durasi film sekaligus disesuaikan dengan konteks distribusi agar pengalaman menonton tetap menarik bagi audiens bioskop.
Tidak tersedia versi lain