Tugas Akhir
Analisis bentuk naratif lima film pendek dalam program SX2024 Indonesia, Minikino Film week 10
Penelitian ini menganalisis bentuk naratif lima film pendek dalam program SX2024 Indonesia di Minikino Film Week 10. Menggunakan metode mixed methods, secara spesifik embedded design, 13 elemen naratif pada setiap film dibedah menggunakan kerangka teori David Bordwell dan perangkat operasional dari teori Story dan Discourse Seymour Chatman. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi elemen, mengklasifikasikannya berdasarkan kriteria operasional, dan melakukan kuantifikasi melalui sistem pembobotan Rank Order Centroid (ROC) untuk memetakan posisi setiap film pada spektrum naratif. Hasil penelitian menunjukkan dominasi bentuk naratif Semi Art, dengan empat dari lima film masuk dalam klasifikasi tersebut, dan satu film terklasifikasi sebagai Semi Classical. Temuan ini mengidentifikasi dua strategi hibriditas utama. Strategi dominan, Semi Art, membingkai fabula yang artistik dan kompleks, seperti karakter terfragmentasi atau alur tematis, dalam kerangka syuzhet yang koheren dan cenderung klasik. Sebaliknya, strategi minor, Semi Classical, menggunakan fondasi fabula klasik namun melakukan inovasi pada komponen syuzhet. Temuan ini menegaskan bahwa program SX2024 merefleksikan sebuah lanskap film pendek Indonesia kontemporer yang secara cerdas menegosiasikan prinsip Classical Narration demi aksesibilitas naratif dengan pendekatan Art Narration untuk mencapai kedalaman tematis.
Tidak tersedia versi lain