Tugas Akhir
Representasi kemarahan karakter utama dengan ritme editing dalam film "Bebrayan"
Film Bebrayan merupakan karya film fiksi yang mengangkat pengalaman emosional seorang ibu muda bernama Arin yang mengalami tekanan psikologis pascamelahirkan. Permasalalahan utama dalam film ini terletak pada keterbacaan dan kesinambungan perkembangan kemarahan karakter utama, yang dalam skenario cenderung tersembunyi pada bagian awal narasi dan meledak secara ekstrem pada bagian akhir. Tanpa representasi proses yang memadai, ledakan emosi tersebut berpotensi terbaca sebagai kegilaan mendadak. Oleh karena itu, penciptaan ini bertujuan merepresentasikan perkembangan kemarahan karakter utama melalui penerapan ritme editing dalam struktur naratif film. Metode penciptaan berfokus pada pengolahan ritme editing melalui prinsip timing, pacing, dan trajectory phrasing, yang disusun secara bertahap untuk merepresentasikan intensitas emosi marah berdasarkan teori Wheel of Emotions dari Robert Plutchik, meliputi tahap annoyance, anger, hingga rage. Ritme editing dibangun melalui pengaturan durasi shot, frekuensi pemotongan, serta penggunaan teknik seperti jump cut dan montase guna mendukung eskalasi emosi karakter utama sepanjang narasi. Objek formal dalam penciptaan ini adalah ritme editing, sedangkan objek materialnya adalah peristiwa-peristiwa kemarahan yang dialami oleh karakter Arin. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa ritme editing memiliki peran signifikan dalam membantu menghadirkan dan memperjelas proses perkembangan kemarahan karakter utama secara berkesinambungan, sehingga ledakan emosi pada bagian klimaks dapat dipahami sebagai hasil akumulasi tekanan emosional dengan perubahan ritme lambat secara perlahan menuju rime cepat. Penciptaan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi sineas dan editor dalam memanfaatkan ritme editing sebagai salah satu perangkat penting dalam membangun representasi emosi dalam film.
Tidak tersedia versi lain