Tugas Akhir
Resistensi musik keroncong di era modernisasi : studi kasus Joharini Band di Yogyakarta
Musik keroncong sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia mengalami penurunan eksistensi akibat dominasi musik populer dan perubahan pola konsumsi musik di era digital. Di tengah situasi tersebut, Joharini Band muncul sebagai kelompok musik yang melakukan resistensi budaya melalui inovasi musikal yang memadukan elemen keroncong klasik dengan unsur modern seperti folk, pop, jazz, serta penggunaan instrumen tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk resistensi yang dilakukan Joharini Band serta mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi dalam mempertahankan relevansi keroncong di Yogyakarta. Teori resistensi budaya James C. Scott dan konsep cultural adaptation dalam modernisasi musik sebagai landasan teori untuk membedah permasalahan yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif- deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi Joharini Band termanifestasi melalui inovasi aransemen, eksplorasi instrumen tradisional dan modern, strategi pertunjukan berbasis media digital, serta reinterpretasi estetika keroncong agar sesuai dengan selera generasi muda. Inovasi yang mereka lakukan juga menghadapi tantangan berupa kritik dari pelaku keroncong tradisional yang memandang perubahan tersebut sebagai penyimpangan terhadap pakem. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi Joharini Band merupakan bentuk resistensi kultural yang adaptif, yang tidak hanya menjaga keberlangsungan keroncong tetapi juga membuka ruang baru bagi perkembangan keroncong modern di era digital.
Tidak tersedia versi lain