Tugas Akhir
Transmisi karungut melalui kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 1 Kuala Pembuang Kalimantan Tengah
Pergeseran minat terhadap kesenian lokal yang terjadi mengaburkan keberadaan seni tradisional, padahal kesenian tersebut merupakan bagian penting dari identitas kultural suatu masyarakat. SMPN 1 Kuala Pembuang merupakan salah satu dari sekolah berprestasi di Indonesia, tim musik tradisional SMPN 1 Kuala Pembuang konsisten mempertahankan 10 penyaji terbaik nasional selama sepuluh tahun berturut-turut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis. Sajian karungut oleh tim musik tradisional SMPN 1 Kuala Pembuang dibawakan dengan iringan diantaranya, kacapi induk, kacapi anak, suling balawung, gong, dan gandang. Hasil penelitian menunjukan bentuk lagu karungut yang dibawakan termasuk bentuk lagu 1 bagian. Kesederhanaan melodi dan lirik memudahkan untuk menghafal dan mengajarkannya tanpa notasi musik tertulis. Struktur musik yang fleksibel, dimana lirik dengan mudah diadaptasi atau di improvisasi sesuai dengan situasi atau peristiwa terkini dalam komunitas, tanpa mengubah esensi lagu. Transmisi karungut yang dilakukan tim musik tradisional SMPN 1 Kuala Pembuang telah berlangsung sejak 2014 hingga 2025. Upaya ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan regenerasi karungut ke generasi berikutnya, sehingga tradisi ini tetap hidup dan relevan. Kegiatan tersebut tidak hanya berperan dalam mengenalkan dan mengajarkan karungut, tetapi juga dalam menumbuhkan pemahaman mengenai jati diri dan identitas budaya karungut di kalangan generasi muda, khususnya di Kalimantan Tengah.
Tidak tersedia versi lain