Tugas Akhir
Pakeliran wayang kulit purwa Lakon Mendhung
Karya ini merupakan bentuk penciptaan seni pedalangan dengan menampilkan lakon carangan berjudul Mendhung, yang mengangkat tokoh Raden Indrajit sebagai pusat narasi. Karya ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan kreatif dalam menampilkan tokoh pewayangan yang selama ini hanya muncul secara singkat dalam pertunjukan tradisional. Mendhung dirancang sebagai bentuk eksplorasi sanggit baru yang memadukan tradisi pakeliran gaya Yogyakarta dengan pendekatan dramatik kontemporer. Cerita ini menyoroti dilema batin Indrajit sebagai anak angkat Prabu Dasamuka yang harus menjalankan dharma kepada orang tua angkatnya meskipun sadar bahwa ia sebenarnya adalah anak kandung Gunawan Wibisana, yang berpihak pada kebenaran. Dengan pendekatan pakeliran padat, karya ini mengeksplorasi tema dharma, karma, konflik batin, dan pencarian jati diri. Unsur pendukung seperti naskah, sabet, catur, karawitan, hingga artistik, dirancang untuk memperkuat atmosfer dramatik dan simbolik yang menyertai perjalanan Indrajit menuju kesadaran dan penebusan. Melalui karya ini, pencipta menyampaikan pesan moral mengenai pentingnya kesetiaan, pengabdian, dan kebijaksanaan dalam menghadapi takdir.
Tidak tersedia versi lain