Tugas Akhir
Wawes bukan dangdut biasa : Dokumenter kreativitas musik Wawes di Yogyakarta
Penelitian ini mengkaji transformasi musik dangdut di Yogyakarta melalui OM Wawes sebagai studi kasus etnomusikologi terapan. Wawes memadukan elemen dangdut tradisional (ketipung, kendang) dengan instrumen modern (gitar elektrik, brass section, sequencer) untuk menciptakan identitas "dangdut alternatif". Proses penciptaan menggunakan pendekatan visual etnografi melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan personel band (Gaseng, Bayu, Gendhut, Bege), musisi pendukung, pengamat musik, dan penonton. Kajian berfokus pada analisis musikal lagu "Sayang"—karya pertama yang menandai kelahiran identitas Wawes—dan performativitas Gaseng sebagai "biduan lanang" yang mendobrak norma gender dalam dangdut. Dokumentasi visual menggunakan teknik sinematografi handheld dan music-driven editing untuk menangkap proses kreatif, latihan, pertunjukan, dan interaksi backstage secara autentik. Temuan menunjukkan bahwa Wawes berhasil membawa dangdut ke venue musik alternatif Yogyakarta melalui strategi hibriditas musikal dan eksplorasi identitas gender yang inovatif. Karya ini menghasilkan arsip visual berdurasi 15 menit yang mendokumentasikan fenomena perubahan musik populer Indonesia kontemporer.
Tidak tersedia versi lain