Tugas Akhir
"Mapat" Interprestasi karakter Ki Ageng Mangir IV dalam komposisi karawitan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengamatan penulis terhadap situs petilasan Ki Ageng Mangir yang terletak di Desa Mangir, Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Dari pengamatan tersebut, penulis memperoleh berbagai versi cerita lisan mengenai Ki Ageng Mangir IV yang kemudian menumbuhkan ketertarikan untuk menelusuri lebih jauh sejarah tokoh tersebut. Penelitian ini berfokus pada buku Kajian Naskah Babad Bedhahing Mangir yang tersimpan di Museum Sonobudoyo, yang mengatakan bahwa Ki Ageng Mangir IV sebagai tokoh pemberontak terhadap Panembahan Senopati. Berangkat dari penokohan tersebut, penulis menganalisis karakter Ki Ageng Mangir IV kemudian karakter tokoh tersebut akan digambarkan dalam bentuk karya komposisi yang berjudul Mapat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi naratif. Melalui cerita yang terfokus pada buku Kajian Naskah Babad Bedhahing Mangir kemudian dianalisis menggunakan teori pengungkapan karakter oleh Robert Stanton dalam bukunya yang berjudul An Introduction to Fiction. Robert Stanton berpendapat bahwa karakter dapat dianalisis melalui perkataan tokoh, perilaku tokoh, tindakan tokoh, dan percakapan antar tokoh. Karakter yang telah dianalisis kemudian diwujudkan ke dalam bentuk karya komposisi karawitan yang berjudul Mapat dengan menggunakan teori Semiotika musik oleh Jean Jaquez Nattiez dalam bukunya yang berjudul Music and Discourse: Toward a Semiology of Music. Dalam teorinya Jean Jaquez Nattiez semiotika musik dibagi menhadi tiga dengan istilah tripartition (tripartisi) yaitu poietic, neutral, dan esthetic. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa karakter tokoh Ki Ageng Mangir IV yang telah dianalisis adalah karakter yang teguh pendirian, naif, labil, dan setia. Karakter teguh pendirian dan labil digambarkan melalui balungan sedangkan karakter naif dan setia digambarkan melalui cakepan pada vokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakter tokoh dalam cerita rakyat yang menjadi objek dapat diwujudkan dalam bentuk karya komposisi karawitan.
Tidak tersedia versi lain