Tugas Akhir
Nilai-nilai pendidikan karakter dalam tari Geculan Bocah di Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang
Tari Geculan Bocah merupakan salah satu kesenian kerakyatan yang hidup dan berkembang di Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Tarian ini berangkat dari inovasi atas unsur-unsur Tari Warok Ponorogo yang kemudian dikembangkan menjadi bentuk baru Tari Geculan Bocah sekitar tahun 2005 oleh tiga tokoh kesenian setempat, yaitu Wenti (dosen tari Universitas Negeri Yogyakarta), almarhum Waskito (dosen STKW Surabaya sekaligus tokoh Komunitas Lima Gunung), serta Wandi (dosen Etnomusikologi STKW surabaya). Ketiga tokoh tersebut menciptakan bentuk baru yang disesuaikan untuk anak-anak, sehingga memberi ruang ekspresi bagi generasi muda Dusun Gejayan di bidang seni tradisi. Penelitian ini menggunakan teori pendidikan karakter yang dikemukakan oleh Thomas Lickona (2013), yang menyatakan bahwa karakter yang baik meliputi memahami, peduli, dan berperilaku berdasarkan nilai-nilai dasar. Lickona menyebutkan bahwa pendidikan karakter yang berbasis pada rasa hormat dan tanggung jawab mempunyai tiga aspek yang melekat yaitu, moral knowing, moral feeling, moral action. Dalam tiga aspek tersebut seperti saling melekat dan komprehesif dalam membentuk a positive moral culture in the school. Pendidikan karakter memiliki hubungan untuk membantu siswa dan komunitas sekolah untuk memahami nilai-nilai yang baik dan berperilaku berdasarkan nilai-nilai tersebut. Nilai-nilai tersebut tertuang dalam sikap dan perilaku siswa sehari-hari, utamanya di sekolah dan didukung oleh keluarga dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Geculan Bocah berhubungan secara signifikan dengan pembentukan karakter generasi muda di Dusun Gejayan. Tari ini tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan seni, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, dan kebanggaan terhadap budaya lokal melalui pengalaman langsung dalam lingkungan padepokan yang kolektif dan gotong royong. Kata Kunci: Tari Geculan Bocah, Karakter, Generasi Muda
Tidak tersedia versi lain