Buku Teks
Jejak kerajaan negeri padang: Arsitektur dan ruang
Buku ini menelusuri kembali kemegahan dan eksistensi Kerajaan Negeri Padang—sebuah entitas politik penting di pesisir timur Sumatra yang kini secara administratif meliputi wilayah Tebing Tinggi dan sebagian Deli Serdang. Fokus utama kajian ini adalah membaca sejarah kerajaan bukan sekadar dari narasi lisan atau teks, melainkan melalui manifestasi fisik berupa arsitektur dan organisasi ruang yang ditinggalkannya.
Melalui pendekatan arkeologi sejarah dan analisis spasial, buku ini membedah karakteristik unik bangunan monumental kerajaan, khususnya Istana Negeri Padang. Pembahasan mencakup bagaimana arsitektur kerajaan ini menjadi titik temu (melting pot) antara identitas Melayu yang dominan, pengaruh struktur vernakular suku-suku di pedalaman (seperti pengaruh Karo atau Simalungun), serta adaptasi terhadap elemen kolonial yang mulai masuk di abad ke-19.
Bagian krusial dari buku ini menganalisis konsep ruang publik dan privat dalam kompleks istana serta hubungannya dengan lanskap sungai—mengingat Sungai Padang merupakan urat nadi transportasi dan pertahanan pada masanya. Penulis mengeksplorasi bagaimana tata letak bangunan mencerminkan hierarki sosial, sistem pemerintahan kerajaaan, dan filosofi hidup masyarakat pesisir yang dinamis namun tetap memegang teguh adat istiadat.
Sebagai penutup, buku ini merekam kondisi terkini dari situs-situs bersejarah tersebut yang kini berhadapan dengan ancaman degradasi fisik dan perubahan fungsi lahan. Karya ini diharapkan dapat menjadi rujukan fundamental bagi upaya pelestarian cagar budaya serta menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal kembali identitas dan kejayaan masa lalu Negeri Padang dalam konteks kekayaan arsitektur Nusantara.
Tidak tersedia versi lain