Tugas Akhir
Penerapan dramatic curiosity pada penceritaan animasi 2 dimensi "Osh : Break Point" mengenai edukasi kecemasan bertanding atlet
Dalam membuat sebuah film animasi 2D, ada beberapa hal yang melengkapi setiap tahapan produksinya. Hal yang paling mendasar dalam mewujudkan visual, alur, dan juga setting cerita dalam film animasi 2D adalah sebuah naskah atau skenario. Tanpa adanya naskah sebagai dasar perwujudan, maka film tidak memiliki landasan untuk berdiri dan ditampilkan dalam bentuk visual. Pada penelitian ini, penyusunan naskah membawa topik mengenai penanganan kecemasan bertanding atlet. Berdasarkan urgensi dan isu kecemasan atlet dengan bentuk penanganan kecemasan berupa “Imagery guide” yang belum banyak di eksplore dalam dunia olahraga. Film animasi 2D “OSH : Break Point” disusun dengan menerapkan unsur dramatic, berupa dramatic curiosity dalam struktur penceritaan tiga babaknya. Dimana, unsur dramatic curiosity menjadi salah satu unsur terpilih untuk membangkitkan rasa penasaran penonton terhadap isu atau penanganan masalah yang diangkat ke dalam film. Unsur-unsur yang digunakan untuk membangun dramatic curiosity dalam penelitian ini diantaranya, pemantik, montase, foreshadowing, dan juga flashback. Metode ilmiah yang digunakan dalam penyusunan naskah dalam penelitian ini adalah metode ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation) yang menyertakan studi literatur, observasi, FGD dan validasi ahli dalam melengkapi setiap penyusunannya. Sehingga, didapati sebuah hasil akhir berupa segment naskah dengan susunan sistematis dramatic curiosity berupa pemantik, montase, foreshadowing, dan flashback mengenai kecemasan bertanding yang terukur validasi ahli.
Tidak tersedia versi lain