Buku Teks
Mencuri kejernihan dari kerancuan : suatu eksperimen dalam komunikasi
Apa yang rancu? Suara yang membawakan agenda kepentingan khusus disambut oleh pendapat yang sama kerasnya. Akhirnya timbul gaung komunikasi yang membuat kita pusing, dari hari-hari omong kosong menjadi hari-hari bingung. Apa faktanya, apa duduk perkaranya, apa perspektif kita untuk mengerti dunia kita? Dunia yang semakin kompleks dibuat lebih rumit lagi oleh semboyan kosong.
Apa yang jernih? Yang jernih adalah pikiran anak kecil, pikiran orang polos, yang belum kena penataran, pembekalan, dan pengarahan. Yang jernih adalah orang awam yang tidak pura-pura ahli, dan orang ahli yang tidak bersembunyi di balik ilmunya.
Bagaimana mencuri kejernihan dari kerancuan? Dengan bersikap terbuka, mendengar secara selektif, dan mengambil kesimpulan sendiri
Ini adalah perimen yang dilakukan oleh PERSPEKTIF sejak tampil di layar kaca tahun 1994. Hilang dari SCTV di bulan September 1995, PERSPEKTIF didorong oleh para Penggemarnya ke permukaan dunia komunikasi melalui semua media yang tersedia: TV, radio, koran, majalah, internet, pertunjukan panggung, kafe, restoran, ruang seminar, dan terutama melalui kata hati orang Biasa di Indonesia? Orang yang tidak tunduk pada penyeragaman. Orang yang menghormati sesamanya seperti ia menghorma dirinya. Orang yang menginginkan masyarakat yang ramah, dan terbuka.
Buku ini menyediakan satu jendela untuk melihat dunia komunikasi melalui kumpulan wawancara PERSPEKTIF BARU, sindikasi kolom pendapat pertama di Indonesia, produk orang-orang yang melihat komunikasi sebagai alat utama untuk mencuri kejernihan dari kerancuan.
Tidak tersedia versi lain