Tugas Akhir
Pa-semon : pengaruh ekspresi emosional dalam menigkatkan daya tarik pertunjukan seni vokal oleh panjak Banyuwangi
Penelitian ini membahas tentang peran ekspresi emosional dalam meningkatkan daya tarik pertunjukan seni vokal yang dibawakan oleh Panjak Banyuwangi. Pemilihan ekspresi emosional sebagai fokus penciptaan dilatarbelakangi oleh pertunjukan seni vokal di Banyuwangi yang menunjukkan penghayatan rasa, keterlibatan gerak tubuh, dan komusikasi emosional antara panjak dan penonton. Dalam pertunjukan ekspresi emosional tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi berperan dalam membangun suasana. Namun, aspek ini belum banyak dibahas secara mendalam, khususnya keterkaitannya dengan vokal dan daya tarik pertunjukan. Fenomena kajian ini terletak pada bagaimana bentuk, intensitas, dan keberagaman ekspresi emosional baik melalui vokal, mimik wajah, maupun gestur tubuh yang mampu memperkuat komunikasi antar panjak dan penonton. Permasalahan dalam penelitian yaitu kurangnya pemahaman mengenai bagaimana ekspresi emosional memengaruhi kualitas vokal panjak serta perannya dalam menambah daya tarik pertunjukan seni vokal Banyuwangi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan pengetahuan tentang pengaruh ekspresi emosional dalam meningkatkan daya tarik pertunjukan seni vokal yang ditampilkan oleh panjak Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang menggali pengalaman emosional panjak melalui observasi partisipan, wawancara, serta dokumentasi. Pendekatan fenomenologi digunakan untuk menggali pengalaman emosional panjak dalam mengekspresikan emosi melalui vokal. Selain itu, perancangan karya seni dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain perumusan konsep ide musikal, mengeksplorasi pengalaman ekspresi emosional, penyusunan struktur garap komposisi, dan mempresentasikan wujud dalam pentas seni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi emosional yang kuat, sesuai konteks tembang, dan disampaikan secara konsisten mampu meningkatkan apresiasi dari penonton, memperdalam makna pertunjukan, serta menciptakan pengalaman yang lebih hidup. Selain itu, ekspresi emosional turut membentuk karakter penyajian vokal panjak, yang tercermin dalam warna suara, tekanan vokal, dan dinamika musikal yang khas. Dengan demikian, ekspresi emosional tidak hanya memengaruhi kemenarikan pertunjukan seni vokal panjak Banyuwangi, tetapi juga menghasilkan kualitas penyajian yang berkarakter dan utuh, sehingga berkontribusi secara signifikan terhadap keseluruhan bentuk dan hasil pertunjukan.
Tidak tersedia versi lain