Tugas Akhir
Eksplorasi musik lintas budaya: kreativitas Govind Marbun dalam mengadaptasi Taganing Batak Toba di platform tiktok
Penelitian ini mengkaji eksplorasi musik antar lintas budaya oleh Govind Marbun melalui adaptasi instrumen tradisional Batak Toba, Taganing, ke platform TikTok. Taganing, yang secara turun-temurun menjadi pusat ansambel Gondang Sabangunan dan sarat makna sakral dalam budaya Batak Toba, mengalami pergeseran semantik mendalam di ruang digital yang dinamis. Marbun memadukan pola ritmik dan ciri bunyi Taganing dengan genre modern seperti EDM, hip-hop, remix, dan pop, menghasilkan bentuk musikal inovatif yang selaras dengan selera generasi muda. Dengan pendekatan netnografi kualitatif, penelitian menganalisis konten TikTok, proses kreatif, serta interaksi audiens terhadap karya Govind Marbun. Analisis kreativitas mengacu pada teori Csikszentmihalyi, sementara analisis musikal merujuk teori Karl-Edmund Prier SJ. Hasil menunjukkan adaptasi Marbun tidak hanya memperluas kehadiran Taganing secara digital, tetapi juga menjadi strategi pelestarian budaya yang inklusif dan efektif. Respons audiens yang tinggi melalui komentar, like, share, serta penggunaan ulang suara menandakan penerimaan luas musik tradisional bila dikemas kreatif dan kontekstual, sesuai teori encoding/decoding Stuart Hall. Penelitian ini mengukuhkan peran media digital sebagai ruang baru bagi kesinambungan budaya dan transformasi musik tradisional di masyarakat modern.
Tidak tersedia versi lain