Tugas Akhir
Musik dalam upacara adat kupatan jolosutro di Dusun Jolosutro Kelurahan Srimulyo Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul
Penelitian lebih dalam difokuskan pada bentuk upacara, musik yang digunakan untuk mengiringinya, dan faktor-faktor yang mendorong masyarakat sehingga eksistensi upacara tersebut masih terjaga hingga sekarang. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analitik melalui pendekatan etnomusikologis. Kupatan Jolosutro secara umum hampir sama dengan kegiatan Bersih Desa. Masyarakat sekitar juga menyebutnya dengan istilah Rasulan, meskipun tidak ada kaitannya dengan Rasul. Dana pokok yang digunakan berasal dari swadaya masyarakat Jolosutro sendiri. Karena memiliki keunikan tersendiri, seperti sajian khas berupa Gudeg Manggar dan Ketupat Gebang berukuran besar. maka kegiatan tersebut disepakati dengan nama Kupatan Jolosutro. Karena eksistensinya, Kupatan Jolosutro pun dimasukkan ke dalam agenda seni dan budaya Pemerintah Kabupaten Bantul, sehingga ditambahkan istilah upacara adat. Penyebutan Kupatan Jolosutro sebagai upacara adat didasari dengan adanya eksistensi yang telah dilakukan secara turun-temurun, pada waktu yang telah ditentukan. Senin Legi adalah hari yang digunakan untuk melaksanakan upacara adat Kupatan Jolosutro. Konon, hari tersebut merupakan hari pengangkatan Sunan Geseng oleh Sunan Kalijaga. Sunan Geseng dipandang sebagai sosok yang penting oleh masyarakat Jolosutro, sebab memiliki peran terhadap asal-usul berdirinya daerah yang dinamakan Jolosutro
Tidak tersedia versi lain