Buku Teks
Hulu Tulung Kolam Megalitik Pugung Raharjo: Kearifan Lokal Pelestarian Lingkungan Hidup
Hulu Tulung di Situs Megalitik Pugung Raharjo, Lampung, merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat dalam melestarikan lingkungan, khususnya menjaga mata air. Tempat yang dianggap keramat ini berfungsi sebagai daerah resapan air (konservasi) serta habitat flora-fauna, mengintegrasikan nilai spiritual dengan upaya konservasi air.
Berikut adalah poin-poin penting terkait Hulu Tulung dan pelestarian lingkungan:
Peran Hulu Tulung: Area yang dikeramatkan ini terletak di sekitar sumber mata air, menjaga keberlangsungan air bersih bagi masyarakat sekitar.
Situs Megalitik Pugung Raharjo: Kompleks ini, yang ditemukan pada 1957 di Lampung Timur, mencakup peninggalan seperti punden berundak, arca, dan menhir, yang menunjukkan pemukiman manusia purba yang telah menghargai alam.
Konsep Aksi Lingkungan: Konsep ini diangkat dalam program seperti #SetetesAIR (Aksi Indonesia Ramah Lingkungan) untuk mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya konservasi.
Metode Konservasi: Kearifan ini diterapkan melalui tindakan nyata seperti pembuatan lubang biopori dan sumur resapan, yang mencerminkan upaya pelestarian lingkungan secara tradisional maupun modern.
Tidak tersedia versi lain