Tugas Akhir
Perancangan interior C2O library dan collabtive Surabaya
Metode desain ini terdiri atas 5 tahapan, yaitu: pengumpulan data (empathize), analisa data (define), pencarian ide (ideate), prototype, dan test. Keterbatasan ruang menjadi salah satu kendala penerapan fungsi edutainment, karena kegiatan edukasi yang dikemas melalui berbagai kegiatan literasi, seni dan kolaborasi menjadikan aktivitas dan kebutuhan ruang lebih kompleks. Solusi dari masalah tersebut adalah perlu adanya perubahan lingkungan, seperti: penerapan open plan, ruang dan furniture multifungsi yang mampu mengakomodasi berbagai kegiatan dan kebutuhan pengguna. Tema “merawat demorkrasi” diusung melalui penambahan ruang komunal di area tengah bangunan, mural dan quotes para tokoh pahlawan demokrasi sebagai elemen dekorasi dan media stimulus bagi pengunjung untuk mengembangkan pemikiran kritis. Secara garis besar perancangan interior C2O Library & Collabtive memiliki landasan filosofi bahwa layanan desain yang baik dan berkualitas harus diberikan kepada semua orang. Dari rangkaian masalah dan solusi diatas dapat disimpulkan bahwa kontribusi desain interior dalam bidang edukasi dan literasi demi pengembangan pemikiran kritis dapat dirasakan melalui prinsip desain demokrasi
Tidak tersedia versi lain