Tugas Akhir
Penciptaan tata panggung dalam pertunjukan drama musikal naskah tuk karya Bambang Widoyo SP
Tuk merupakan sebuah naskah lakon karangan Bambang Widoyo SP yang mengisahkan tentang kehidupan sekelompok orang yang tinggal dengan menyewa lahan milik konglomerat untuk sementara waktu namun pada kenyataannya, mereka hidup di wilayah itu hingga beranak cucu. Tata panggung adalah bagian dari tata artistik dalam pertunjukan teater yang menunjukkan wujud visual latar tempat dari sebuah naskah. Lakon Tuk mengambil latar di sebuah magersaren milik Denmas Darso. Magersaren merupakan sebuah istilah dalam bahasa Jawa yang merujuk kepada sekelompok masyarakat yang hidup lama dan menetap di tanah kepemilikan orang lain. Penciptaan tata panggung ini menggunakan teori estetika Djelantik yang menjelaskan tentang tiga faktor pembangun tata panggung yaitu, keseimbangan, keutuhan, penonjolan. Serta didukung dengan pendapat Susantono tentang penciptaan desain artistik untuk drama musikal terdapat tiga faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu simbolisme, fungsional dan estetika. Metode penciptaan tata panggung pertunjukan drama musikal Tuk melalui tahapan-tahapan yakni analisis naskah, analisis kebutuhan ruang, pembagian ruang, pembuatan sketsa free hand dan sketchUp, hingga proses visualisasi yang terdiri dari pemilihan bahan, proses pembuatan dan finishing. Hasil dari penciptaan ini yaitu terciptanya ruang tata panggung untuk mendukung pertunjukan drama musikal naskah Tuk karya Bambang Widoyo SP.
Tidak tersedia versi lain