Buku Teks
Dasar-dasar intelektualitas : yang terlupakan dalam hubungan universitas dan dunia kerja
Secara umum, mutu intelektualitas sarjana lulusan universitas di Indonesia dewasa ini rendah. Hal itu terlihat dalam beberapa indikator kuantitatif dan kualitatif: prosentase peningkatan penganggur sarjana, pengakuan dunia pendidikan tinggi internasional atas kualitas program studi universitas di Indonesia, dan praktis keseharian civitas academika dalam hal profil akademis dan disposisi sikap. Penyebabnya, antara Iain: ketidaksambungan kurikuler (curricular mis match) pendidikan pra universitas dengan pendidikan universitas, dan mis orientasi pengelolaan pendidikan universitas. Karena mutu intelektualitasnya rendah, makin banyak sarjana universitas menganggur, kalah dengan ahli madya lulusan akademi. Di antara sarjana yang bekerja, tidak sedikit yang menampakkan kemampuan profesional setengah-setengah: terampil dalam pekerjaan terapan, tidak; kuat dalam penguasaan teori, juga tidak! Universitas boleh disebut gagal mengemban misi pendidikannya di tengah masyarakat. Karena itu, pembaharuan semangat dan orientasi pendidikan universitas di Indonesia ke arah penguatan dasar-dasar intelektualitas merupakan hal yang relevan, penting dan perlu dilakukan saat ini . Buku ini, Dasar-Dasar Intelektualitas, mencoba menawarkan program pembaharuan kurikulum pendidikan untuk menata kembali dan memantapkan dasar-dasar intelektualitas mahasiswa universitas. Dasar-dasar intelektualitas mencakup pemilikan sifat-sifat kualitas keilmuan (misalnya kekritisan, logika, daya dan kedalaman kemampuan analisis) dan disposisi sikap (misalnya integralitas nalar, cara pandang, dan integritas kepribadian).
Tidak tersedia versi lain