Tugas Akhir
Monumen lama loemadjang sebagai ide penciptaan motif batik pada busana ready to wear
Loemadjang merupakan salah satu kota yang memiliki peninggalan situs bersejarah yang sangat banyak, dikarenakan dahulu Lumajang pernah dikuasai oleh kerajaan Majapahit. Kepedulian masyarakat ataupun pemerintah terhadap situs Lumajang sangat kurang. Salah satu peninggalan situs bersejarah yang terlupakan adalah Monumen Lama Loemadjang. Monumen yang dibuat untuk penanda bahwa Lumajang telah memisahkan diri dari Probolinggo dan menjadi Kabupaten sendiri. Hal sama dilakukan pemerintah Lumajang, Monumen yang berada tepat di depan kantor Pemerintahan kabupaten Lumajang tidak dirawat, rantai yang menjadi pembatas telah rusak dan tidak diperbaiki. Dengan ini Monumen Lama Loemadjang menjadi sumber untuk penulis visualisasikan menjadi motif batik yang nanti akan digunakan sebagai bahan pembuatan busana ready to wear. Dalam pembuatan karya harus menggunakan metode penciptaan yang digunakan untuk menyelesaikan Tugas Akhir ini mengacu pada metode pengumpulan data, perancangan, dan perwujudan. Penerapan metode penciptaan ini digunakan untuk memperkuat konsep mulai dari observasi hingga pewujudan karya. Dalam penyelesaian Tugas Akhir ini mengerjakan 1 2 desain pilihan, 8 desain terpilih dan 3 desain diwujudkan. Keseluruhan karya merupakan perwujudan dari visualisasi Monumen Lama Loemadjang dengan setiap karya memiliki bentuk dan karaktersitik yang berbeda-beda. Tujuan penerapan pada busana ready to wear ini adalah menjadi wadah baru untuk mengingat kembali situs bersejarah di Lumajang melalui setelan busana jaket waterproof yang tentunya dapat menekankan dan menghapus stikma bahwa batik hanya untuk orang tua dan acara formal saja
Tidak tersedia versi lain