Berita

Pengumuman Pemenang Lomba Desain Photobooth Perpustakaan

Pameran Koleksi Perpustakaan 2025

Pada Saat Pembelajaran Daring Layanan Perpustakaan Tetap Buka

Lomba Desain Photobooth

Pengumuman Layanan Yudisium-Wisuda

Pengumuman Layanan Perpustakaan Selama Libur Nasional Dan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1446 H

Kegiatan Workshop Pemanfaatan Perpustakaan Berjalan Lancar

Kegiatan Tanya Pustakawan #1: Layanan Bebas Pustaka & Unggah Mandiri Berjalan Lancar

Info Wisuda 2025: Tanya Pustakawan #1- Layanan Bebas Pustaka & Unggah Mandiri

Layanan Pengecekan Turnitin

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta

  • Beranda
  • Informasi
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Penggunaan teori mise-en-scene untuk menghadirkan adegan kritik sosial dalam penyutradaraan film berjudul midah dan badai di dapur

Nisa Rizkya Andika - Nama Orang;

Dalam situasi konflik maupun perang, perempuan sering kali dijadikan simbol atas kekuasaan. Dalam konflik Aceh misalnya, perempuan Aceh mengalami tiga kekuatan penindas yang bersifat patriarkis. Pertama Para ulama dan GAM melihat perempuan sebagai pembawa panji keislaman dan kehormatan kolektif yang diwakili oleh tubuhnya. Disisi Iain, militer indonesia melihat perempuan Aceh sebagai kehormatan masyarakat yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu dalam situasi konflik. Masalalu tersebut menjadikan Aceh memiliki sebuah nilai dan karakteristik masyarakat yang berbeda dari daerah Iainnya. Trauma paska konflik mengakibatkan ruang gerak yang terbatas bagi perempuan dan juga pola pikir masyarakat yang tertutup hingga saat ini. Situasi itu kemudian menjadi latar belakang untuk menghadirkan kritik Iewat film Midah dan Badai di Dapur. Film Midah dan Badai di dapur sebagai sebuah karya seni, diciptakan untuk memantik sebuah solusi atas nilai yang tidak lagi relevan, menciptakan kembali sebuah fenomena yang bersifat reflektif dengan mempertanyakan paradigma yang telah ada. Maka dari itu film Midah dan Badai di Dapur menghadirkan adegan kritik sosial Iewat elemen- elemen mise-en-scéne didalamnya. Skenario film "Midah dan Badai di Dapur" berkisah tentang kegilaan di sebuah negeri. Kegilaan ini terjadi sejak lama, dengan sekat-sekat perbedaan antara lakilaki dan perempuan. Kedua kegilaan ini dikisahkan oleh seorang pemuda bernama Azul yang hidupnya berada dalam kebimbangan diantara dua pilihan. Konsep miseen-scéne dalam film Midah dan Badai di dapur akan diimplementasikan dalam element berupa setting, make up, wadrobe, lighting, dan juga bloking. Dalam bukunya Andre Bazin menyebutkan bahwa pembuat film dengan pendekatan mise en scene berkonsentrasi menciptakan makna dengan storytelling dalam satu gambaranframe yang utuh. Sehingga konsep utama film Midah dan Badai di dapur yaitu, bagaimana elemen mise en scene tersebut dibuat untuk membangun adegan kritik sosial dalam keseluruhan visualnya.


Ketersediaan
#
Ruang Skripsi TV/Nis/p/2022
KT202611956
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - BACA DI TEMPAT
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
TV/Nis/p/2022
Penerbit
Yogyakarta : FSMR ISI Yogyakarta., 2022
Deskripsi Fisik
v, 88 hal.; 30 cm
Bahasa
INDONESIA
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Televisi
Penyutradaraan
Midah
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Visitor
  • Login Pustakawan

  • Beranda
  • Kirim Saran & Pertanyaan
  • Usul Tambah Koleksi
  • OPAC Pascasarjana
  • Koleksi Digital
  • E-Journal

Tentang Kami

UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta merupakan perpustakaan perguruan tinggi negeri dengan nilai akreditasi “A” yang didalamnya memberikan beberapa layanan perpustakaan yaitu Layanan sirkulasi, Layanan referensi, Layanan Tugas Akhir (skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian), Layanan terbitan berkala (jurnal, majalah, koran, buletin, tabloid), Layanan fotokopi, Layanan penelusuran informasi dan pustaka elektronik, Layanan Soedarso corner, dan layanan Journal online. Perpustakaan juga dilengkapi dengan laboratorium komputer dan laboratorium bahasa


Statistik Pengunjung Online

Cari

Custom Search



© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik