Tugas Akhir
Penggunaan teori mise-en-scene untuk menghadirkan adegan kritik sosial dalam penyutradaraan film berjudul midah dan badai di dapur
Dalam situasi konflik maupun perang, perempuan sering kali dijadikan simbol atas kekuasaan. Dalam konflik Aceh misalnya, perempuan Aceh mengalami tiga kekuatan penindas yang bersifat patriarkis. Pertama Para ulama dan GAM melihat perempuan sebagai pembawa panji keislaman dan kehormatan kolektif yang diwakili oleh tubuhnya. Disisi Iain, militer indonesia melihat perempuan Aceh sebagai kehormatan masyarakat yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu dalam situasi konflik. Masalalu tersebut menjadikan Aceh memiliki sebuah nilai dan karakteristik masyarakat yang berbeda dari daerah Iainnya. Trauma paska konflik mengakibatkan ruang gerak yang terbatas bagi perempuan dan juga pola pikir masyarakat yang tertutup hingga saat ini. Situasi itu kemudian menjadi latar belakang untuk menghadirkan kritik Iewat film Midah dan Badai di Dapur. Film Midah dan Badai di dapur sebagai sebuah karya seni, diciptakan untuk memantik sebuah solusi atas nilai yang tidak lagi relevan, menciptakan kembali sebuah fenomena yang bersifat reflektif dengan mempertanyakan paradigma yang telah ada. Maka dari itu film Midah dan Badai di Dapur menghadirkan adegan kritik sosial Iewat elemen- elemen mise-en-scéne didalamnya. Skenario film "Midah dan Badai di Dapur" berkisah tentang kegilaan di sebuah negeri. Kegilaan ini terjadi sejak lama, dengan sekat-sekat perbedaan antara lakilaki dan perempuan. Kedua kegilaan ini dikisahkan oleh seorang pemuda bernama Azul yang hidupnya berada dalam kebimbangan diantara dua pilihan. Konsep miseen-scéne dalam film Midah dan Badai di dapur akan diimplementasikan dalam element berupa setting, make up, wadrobe, lighting, dan juga bloking. Dalam bukunya Andre Bazin menyebutkan bahwa pembuat film dengan pendekatan mise en scene berkonsentrasi menciptakan makna dengan storytelling dalam satu gambaranframe yang utuh. Sehingga konsep utama film Midah dan Badai di dapur yaitu, bagaimana elemen mise en scene tersebut dibuat untuk membangun adegan kritik sosial dalam keseluruhan visualnya.
Tidak tersedia versi lain