Tugas Akhir
Mendalami profesi petani kopi muda independen dalam penyutradaraan film dokumenter potret "Finca Hasan"
Indonesia mcnıpakan ncgara unıtan kc-4 scbagaİ pcnghasil kopi tcrbanyak di dunia. Scjak 2017, industri kopi di Indoncsia mcngalami kcnaikan yang sangat pesat, baik di wilayah konsumcn, maupun pclaku bisnis. Banyak masyarakat yang tertarİk untuk maşuk ke industri kopi ini terutama anak muda. Namun sangat sedikit yang tertarik untuk terjun pada sektor hulu dari sebuah İndustri kopi di Indonesia. Hal ini dapat membuat ketidakseimbangan ekosistem serta rantai perkopian Indonesia kedepannya. Hasan seorang pemuda yang beıprofesi sebagai petani kopi di Gunung Tilu, Jawa Barat dan bergerak secara independen. Film dokumenter potret "Finca Hasan” merekam perjalanan Hasan dalam menaikkan derajat prodük kopi Gunung Tilu, Jawa Barat, melalui kompetisi kualifikasi kualitas biji kopi. Dişisi lain karena bergerak secara independen, Hasan menjual prodük kopi nya sendiri. Selain menjadi petani kopi, Hasan merasa harus menjadi tengkulak/ pengepul bagi petani kopi lain demi kesejahteraan petani kopi lokal lainnya di Gunung Tilu, Jawa Barat. Penggunaan cinema verite pada dokumenter potret "Finca Hasan” dianggap mampu mengetengahkan realita visual secara sederhana dan dapat menjaga spontanitas aksi dari karakter Hasan sebagai petani kopi muda independen hingga didapatkan karakter asli Hasan tanpa dibuat-buat. Struktur bertutur secara kronologis pada film dokumenter potret "Finca Hasan” ini akan memudahkan penonton memahami perjalanan sebuah biji kopi
Tidak tersedia versi lain