Tugas Akhir
Gamelan tanpa gong ageng di desa majan kabupaten tulungagung jawa timur
Skripsi Yang berjudul gamelan tanpa gong ageng dl desa majan kabupaten tulungagung jawatimur ditulis berdasarkan latar belakang tidak digunakannya gong ageng dalam gamelan di desa Majan. Observasi terhadap objek dilakukan melalui pendekatan etnomusikologis. Metode yang digunakan dalam penelitian merupakan metode kualitatif dengan menggunakan teori strukturalisme dari Levi Strauss sebagai pisau analisis, karena adanya unsur mitos dalam fenomena tersebut. Teori Strukturalisme Levi Strauss Yang membahas tentang mitos, digunakan untuk membedah fenomena yang ada, karena mitos juga merupakan bentuk sebuah kebudayaan yang ada di masyarakat. Sedangkan untuk menganalisis bentuk penyajian musik gamelan yang ada di desa Majan digunakan teori yang dituliskan oleh Rahayu Supanggah dalam buku Bothekan Karawitan II. Hasil dari kajian terhadap objek fenomena di desa Majan adalah adanya mitos yang berasal dari sebuah politik yang terjadi pada saat agama Islam mulai masuk ke daerah Majan, sehingga muncul pelarangan terhadap penggunaan gong ageng dalam sebuah pertunjukan. Sedangkan bentuk penyajian gamelan di desa Majan masih sama dengan daerah Iain untuk bentuk gending, tetapi untuk instrumen gong ageng harus digantikan dengan medium Iain dalam sebuah pertunjukan
Tidak tersedia versi lain