Tugas Akhir
Pertunjukan Parrawana Slamasei La'mase dalam upacara pernikahan di Mandar
Parrawana Siamasei La mase merupakan salah satu grup yang ada di Mandar, didirikan sekitar tahun 1975. Fungsi dan bentuk pertunjukan ini dalam konteks upacara pernikahan di daerah Mandar Sulawesi Barat, dikaji melalui metode penelitian kualitatif dengan teori kajian fungsi berdasarkan teori R.M. Soedarsono, yakni: (1) sebagai sarana ritual, (2) sebagai sarana hiburan pribadi, dan (3) sebagai presentasi estetis. Pertunjukan parrawana disajikan dengan dua fase, yaitu: (1) fase pembacaan doa, (2) fase pementasan. Fase pertama disajikan dengan dua tahap, yaitu: Mattunu undung (membakar dupa) dan malliqar (mengencangkan kulit), pada fase inilah dilakukan ritual pemenuhan nazar yang punya hajat. Setelah fase pertama selesai, dilanjutkan dengan fase kedua yang khusus disajikan untuk hiburan. Fase pementasan pertunjukan rawana terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) tahap Pangulu buruda (bagian pembuka atau awal), (2) tahap Ruang panginoang (pokok atau bagian tengah pertunjukan), dan (3) tahap Panutuq koa-koayang (sajian penutup atau ending). Parrawana Siamasei La 'mase populer di daerah Mandar, kesenian ini tidak hanya dijumpai dalam konteks upacara pernikahan, melainkan juga hadir disajikan dalam konteks-konteks upacara sunatan, katam Al-Qur'an, dan bahkan disjikan dalam konteks upacara penyembuhan
Tidak tersedia versi lain