Tugas Akhir
Slira: penciptaan skenario berdasarkan pelecehan seksual dan diskriminasi sosial pada penari Angguk
Skenario berjudul “Slira” merupakan sebuah karya yang mengangkat kasus pelecehan seksual dan diskriminasi sosial pada penari angguk. Berangkat dari kekhawatiran penulis melihat kasus pelecehan seksual dan diskriminasi yang dialami penari Angguk, serta hasil wawancara kepada beberapa penari yang pernah mengalami pelecehan seksual di atas panggung. Yang pada akhirnya menjadi inspirasi penulis untuk menciptakan skenario film berjudul “Slira”. Dalam film pendek “Slira” penulis mengambil inspirasi dari sudut pandang penari Angguk dan menggambarkan seorang tokoh penari perempuan yang mengalami pelecehan seksual dan diskriminasi yang terjadi. Metode kualitatif digunakan untuk observasi sekaligus wawancara terhadap para penari Angguk. Konflik cerita dalam skenario “Slira” nantinya akan dikemas dalam struktur tiga babak, di mana dalam cerita terdapat eksposisi (pengenalan), konflik, dan resolusi. Selain itu penggunaan tone warna pada cerita, cenderung menggunakan warna merah, biru, dan hijau. Serta elemen visual yang akan dihadirkan bertemakan horor, dengan pencahayaan pada film menggunakan cahaya yang remang-remang. Aspek sinematografi juga dikembangkan dalam film “Slira” ini di mana pengambilan gambar dibuat layaknya reflektor, sorot kamera akan mengarah kepada objek lain namun titik fokus tetap di objek utama, seperti adegan bercermin. Penggabungan elemen visual dengan aspek sinematografi diharapkan dapat menghadirkan pengalaman sinematik yang menggugah emosi serta dapat menyampaikan pesan moral dari sudut pandang penari.
Tidak tersedia versi lain