Tugas Akhir
Membangun Kedalaman ruang sebagai representasi konflik batin tokoh utama dalam penyutradaraan film fiksi pendek "Luruh"
Karya seni tugas akhir film fiksi pendek “Luruh” mengangkat tema konflik batin seorang remaja broken home yang harus menghadapi intimidasi dan tekanan di lingkungan sekolah. Fokus utama penciptaan ini terletak pada gaya penyutradaraan melalui pendekatan visual kedalaman ruang (depth of field) sebagai media representasi nonverbal dari gejolak emosional tokoh utama. Penerapan teknik ini diwujudkan dengan memanipulasi ruang visual; semakin sempit dan padat ruang yang diciptakan, semakin berat pula tekanan batin yang direpresentasikan. Gaya visual ini bertujuan untuk menerjemahkan perasaan-perasaan negatif yang kompleks, seperti rasa kesepian, sedih, tertekan, sakit hati, malu, dan tidak nyaman yang menekan kondisi batin tokoh. Melalui pendekatan ini, penonton diajak untuk turut merasakan konflik batin tokoh utama serta memperoleh sudut pandang baru terhadap kehidupan korban broken home. Hasilnya, penerapan kedalaman ruang terbukti menjadi simbol visual yang efektif dalam membangun empati dan pemahaman emosional penonton terhadap kondisi batin tokoh utama.
Tidak tersedia versi lain