Tugas Akhir
Guwai
Terinspirasi dari kegiatan pesta budaya yang ada di Lampung Barat, yang dikenal dengan Pesta Sekura Cakak Buah. Karya ini berusaha menelusuri bagaimana pesta budaya dengan menggunakan topeng atau penutup wajah tersebut memiliki makna sebagai sebuah ajang silaturahmi di bulan Ramadhan. Mulai dari sejarah topeng Sekura hingga lahirnya pesta Sekura, arak-aakan, pesta Sekura, ngelimuk dan diakhiri dengan puncak acara yaitu panjat pinang. Penata mengambil judul Guwai yang diambil dari sebuah kosakata bahasa Lampung dialek A yang artinya guna, buat atau kerjaan. Bisa juga disebut dengan kegiatan, hal ini berhubungan juga dengan kegiatan perayaan dalam pesta Sekura Cakak Buah yang menjadi fokus dalam karya ini. Karya ini berangkat dari keinginan penata untuk mencari makna dari kegiatan dalam pesta Sekura Cakak Buah. Dalam karya tari ini penata menyampaikan sebuah bentuk silaturahmi, kebersamaan dan perayaan Pesta Sekura Cakak Buah setelah memenangkan melawan hawa nafsu selama sebulan penuh di bulan puasa yang dilaksanakan oleh para Sekura dengan jenis Kamak.
Tidak tersedia versi lain